iklan banner

    ,

    Kobaran Api yang menghanguskan Puluhan rumah di Kampung Nelayan

    KUALATUNGKAL - Lagi-lagi sijago merah mengamuk di Kabupaten Tanjungjabung Barat. Kali ini sijago merah mengamuk di perumahan warga Jalan Bahari Ujung Rt.12 Kelurahan Kampung Nelayan Kecamatan Tungkal ilir Kamis dini hari (16/11) pukul 3.30 wib.

    Walhasil, sebanyak 7 rumah dan 6 bedeng serta 3 rumah rusak berat.

    Pihak Dinas Damkar dan BPBD yang langsung ke lokasi berhasil menjinakkan api setelah 2 jam berjibaku melawan kobaran api.

    Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kab.Tanjab Barat yang berada di lokasi kejadian,  Iswardi saat dikonfirmasi menyatakan jika kobaran api sangat cepat melalap rumah warga karena rumah yang sebagian masih menggunakan bahan dari kayu yang mudah terbakar.

    “Secara teknis Satgas kita cukup lancar dan tidak ada kendala yang berarti dalam memadamkan api karena lokasi yang dekat dengan sungai, "ungkapnya.

    Hingga saat ini, belum ada komfirmasi untuk korban jiwa, dan pihak yang terkena musibah memperkirakan kerugian berkisar diangka ratusan juta rupiah.(cw1)


    Ilustrasi Perceraian/net.

    KUALATUNGKAL - Kasus perceraian saat ini memang semakin banyak saja, tanpa terkecuali di Kabupaten Tanjung Jabung Barat Jambi.

    Pengadilan Agama ( PA ) Kualatungkal cukup prihatin dengan meningkatnya angka perceraian di Bumi Seregkuh  Dayung Serentak Ketujuan ini.

    Bayangkan, pada bulan Oktober 2017 saja, mereka sudah menangani 490 kasus dan memutus 263 perkara perceraian rumah tangga.

    Penyebab tingginya kasus perceraian tersebut disebabkan berbagai faktor, misalnya terkait masalah ekonomi,KDRT, Pertengkaran dan perselisihan Rumah Tangga.

    Angka ini meningkat tajam dibandingkan tahun 2016 lalu yang hanya 87 kasus perceraian saja.

    " Jumlah angka perceraian hingga Oktober 2017 sudah mencapai 490 kasus, naik tajam dibandingkam tahun 2016 lalu yamh hanya 87 kasus," ujar Ketua Pengadilan Agama Kualatungkal Senen, SAg,MH melalui Panitera Muda Gugatan Arifin,SH,MH.

    Diantara jumlah tersebut rata_rata yang mengajukan pereraian didominasi pendidikan SD sederajat yang mencapai 189 orang, SLTP 122 orang, SLTA 137 Orang serta 8 Diploma dan 22 S1. (Cw1)


    ,

    MUARASABAK - Sijago merah mengamuk di pemukiman padat penduduk di Rt 03 dan Rt 04 Dusun Utama Desa Simbur Naik Kecamatan Sabak Timur Kabupaten Tanjung Jabung Timur Rabu dini hari  (15/11) sekira Pukul 02.30wib.

    Dari data yang berhasil dihimpun media ini sebanyak 73 rumah warga hangus terbakar dengan rincian data sementara yakni, di RT 03 sebanyak 33 unit Rumah dan di RT 04 sebanyak 39 Rumah serta 1 Rumah Sarang burung Walet yang habis terbakar.

    Menurut keterangan warga, Pada saat kejadian, situasi benar-benar panik. Seluruh gang-gang kecil dipenuhi sesak kepulan asap dan api, Serta cepatnya api merambat ke bangunan rumah warga karena saat kejadian angin cukup kencang.

    "Terlebih, petugas pemadam kebakaran kesulitan masuk ke tengah pemukiman lantaran lokasi yang cukup sempit," Ujar saksi  yang enggan namanya ditulis.

    Digaan api berasal dari  konsleting arus listrik dari salah satu rumah warga di lokasi.

    "Tanya saja sama yang lain ya. Saya enggak berani komentar banyak," ujarnya.


    Akibat kebakaran tersebut untungnya tidak sampai menimbulkan Korban Jiwa, dan untuk kerugian materil diperkirakan mencapai miliaran rupiah," (dul)


    ,

    Rakoor Panwascam Se Kabupaten Tanjabbar

    KUALATUNGKAL – Untuk menghadapi Tahapan verifikasi data faktual parpol yang saat ini sedang dilaksanakan di masing-masing kecamatan, Panwas Kabupaten Tanjabbar menggelar  Rapat Koordinasi (RAKOR) Pengawasan Bagi Panwascam dan Korsek Kecamatan Se-Kabupaten Tanjab Barat (14/11).

    Kegiatan Rakor Pengawasan ini diikuti oleh seluruh Panwascam ditambah Korsek dari 13 Kecamatan Se-Kabupaten Tanjab Barat yang dilaksanakan selama 2 hari mulai tanggal 14-15 Nopember 2017 bertempat di Aula salah satu hotel di Kuala Tungkal.

    Ketua Panwaslu Kabupaten Tanjab Barat Hadi Siswa saat membuka acara tersebut mengatakan jika acara ini bertujuan agar Panwascam kedepan bisa memahami tugas pokok dan fungsi (tupoksi), yang akan mereka jalankan lebih baik lagi dalam proses pengawasan di Kecamatan masing-masing. (dul)


    KUALA TUNGKAL -  Sesosok mayat laki-laki tanpa identitas ditemukan di tepi Ancol Beach Kualatungkal Senin (13/11).

    Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh  Danru II Pos Tepi Laut BPBD Tanjab Barat Kaspul Anwar, saat itu, Kaspul sedang membersihkan Speed Boat BPBD sekira pukul 06.15 Wib.

    Menurut Kaspul awalnya terkejut melihat sesosok mayat dalam keadaan telungkup dilumpur.

    “Selanjutnya kami turun untuk memastikan apakah benar Mayat. Setelah kami pastikan ternyata itu benar Mayat selanjutnya kami menghubungi pihak kepolisian.” Ujar Kaspul Anwar

    Pihak BPBD Tanjab Barat bersama Kepolisian dan dibantu warga kemudian mengevakuasi mayat tersebut. Evakuasi sempat mengalami kendala karena ke lokasi TKP tanah berlumpur.

    Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Daud Arif Kuala Tungkal untuk dilakukan Visum.

    Kapolres Tanjab Barat AKBP ADG. Sinaga, S.IK saat dikofirmasi membenarkan temuan sesosok mayat laki-laki yang identitasnya bernama Suparno alias Kartolo diperkirakan berusia sekitar 70 tahun, bertempat tinggal di Jalan Jendral Sudirman, Kelurahan Tungkal IV Kota, Kecamatan Tungkal Ilir Kabupaten Tanjab Barat, ditemukan sekitar pukul 06.15wib, Senin (13/11)

    "Keseharian Korban hari harinya hidup di daerah pasar Ikan Parit 2 Kuala Tungkal, dan Pada saat ditemukan kondisi Korban dalam keadaan tertelungkup dan tidak menggunakan celana," Ungkap Kapolres Tanjab Barat

    Kapolres Menambahkan, untuk penyebab kematian korban saat ini masih dalam penyelidikan.(tim)


    ,

    KUALA TUNGKAL – Listrik di Kota Kualatu ngkal dan sekitarya kembali berulah. Kali ini padam sejak pukul 15.00 Wib Minggu (12/11) hingga malam ini belum nyala.

    Manager PLN Ranting Kuala Tungkal, Budi Setiawan mengungkapkan terputusnya aliran listrik ke sebagian wilayah Kuala tungkal, Kabupaten Tanjab Barat diakibatkan patahnya salah satu tiang penyulang PLN khusus untuk mensuplay ke Kuala Tungkal.

    “Benar ada 1 tiang yang patah di daerah Pematang Rahim, Kecamatan Mendahara Ulu, Kabupaten Tanjabtim. Akibat patah tersebut menumbangkan 2 tiang lainnnya dan 1 lagi miring,” ungkap Budi dikofirmasi, Minggu (12/11) malam.

    Menurut Budi, penyebab patahnya tiang tersebut dimungkinkan faktor tanah yang amblas, dampak dari kejadian ini.
    “Makanya terjadi pemadaman,” katanya. Sementara yang tidak padam itu dari aliran tiang penyulang satunya lagi.

    Tapi petugas PLN tengah melakukan perbaikan agar suplay listrik ke Kuala Tungkal kembali normal, estimasi kita karena 4 tiang yang perbaiki bisa sampai tengah malam baru bisa menyala, namun kita berupaya bisa lebih cepat,” katanya.(dul)


    ,

                                                                               

    Pengambilan sumpah dan pelantikan ini dipimpin langsung oleh Bupati Tanjabbar, Dr Ir H Safrial MS.
                                                                          

               
    KUALA TUNGKAL- Bupati Tanjungjabung Barat H.Safrial kembali merombak kabinetnya diawal bulan November ini. Tercatat sebanyak 53 pejabat Eselon III dan IV serta beberapa orang Kepala Sekolah (Kepsek) dan pengawas sekolah dilingkup Pemerintahan Kabupaten Tanjabbar dilantik dan diambil sumpah di Ruang Pola kantor Bupati Tanjabbar Senin (06/11).

    Dalam sambutannya, Bupati Tanjabbar H.Safrial berharap dengan pengisian dan rotasi jabatan ini dapat memberi sumbangsih yang baik bagi roda pemerintahan di Kabupaten Tanjabbar.

    Safrial juga berpesan agar pejabat yang baru dilantik bekerja dengan profesional. Selanjutnya Safrial menekankan kepada pejabat yang dilantik agar jangan hanya berhenti pada ide berupa inovasi belaka, namun harus bisa mengimplementasikannya, mengingat sudah dipenghujung tahun agar dapat mempercepat merealisasikan anggaran dengan tepat waktu.

    "Persiapkan juga pada kegiatan untuk tahun depan, dana yang sedikit hendaknya dapat mencari kegiatan yang prioritas dalam menjawab kebutuhan masyarakat yang riil,"sebutnya.


    Berikut nama-nama pejabat eselon 3 dan 4 yang dilantik hari ini:


    1. Ir. Nikman H Gurning Kabid Penyuluhan, Pengelolaan dan Pemasaran Dinas Perkebunan dan Peternakan

    2. Shanty Bustami, SE.MM
    Kabid Teknologi Informasi Komunikasi dan Persandian Diskominfo

    3. dr. Budiawan Akbar, Sp.An
    Kabid Pelayanan RSUD

    4. Hartati, AMK
    Kabid Keperawatan RSUD

    5. H. Harno, S.Ag
    Kabid Pengelolaan Komunikasi Publik Diskominfo

    6. Wahyudi Basri
    Sekcam Pengabuan

    7. M. Sopian, BA
    Kasi Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kelurahan Kec. Pengabuan

    8. Dewi Lasmi
    Kasi Identifikasi dan Penguatan Kapasitas Dinas Sosial

    9. Eliyani, SE
    Kasubag Keuangan Dinkes

    10. Mujono, SH
    Kasubag Keuangan Dinas Pemperdayaan Perempuan PAPP dan KB

    11. Fahrizawati, S.Pd
    Kasi Pengelolaan Opini Publik Diskominfo

    12. Ade Eko Putra, S.Pt
    Kasubag Perencanaan Evaluasi dan Pelaporan Dinas Dikbud

    13. Yusrizal
    Kasi Produksi Tanaman Pangan DTPH

    14. Eka Wahyuni, S.Pt
    Kasi Perbenihan Disbunak

    15. drh. Budiono Riyadi
    Kepala UPTD Kes. Hewan dan Inseminasi Buatan Kuala Tungkal

    16. Nurwida Hayati, SH
    Kasi Pengelolaan Data, Statistik dan Integrasi Sistem Informasi Diskominfo

    17. Defrian Effendi, SE
    Kasi Pengembangan Usaha Ekonomi Masyarakat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

    18. Hairuzan
    Kasi Lurah Bram Itam Kiri Kec. Bram Itam

    19. Ahmad Husaini, SE
    Kasubag Umum dan Keuangan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu

    20. Deasrio Prima, S. STP
    Kasi Humas dan Pelayanan Umum Kec. Bram Itam

    21. Syafruddin, S.Pd.I
    Kasubag Keagamaan Bagian Kesra dan Keagamaan Setda

    22. Muslimin, S.Kom.I
    Kasi Kesra Kec. Bram Itam

    23. Dirwandi
    Kasi Bina Usaha Koperasi Dinas Koperasi UKM Perindag

    24. Luthfiati Rifqy, S.Sos.I
    Kasi Keamanan Informasi dan Santel Diskominfo

    25. Rendriawan Akbar, SH
    Kasubbag Umum dan Kepegawaian Dinas Perpustakaan dan Kearsipan

    26. Rita Harahap, SE
    Kasi Promosi dak Promosi Dinas Dikbud

    27. Fadly Wijaya, S.STP
    Kasi Tibum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP

    28. Firdaus
    Kasubbag Komunikasi Pimpinan Bagian Komdok Setda

    29. Agus Sumantri, SHi
    Kasubbag Dokumentasi dan Informasi Bagian Komdok Setda

    30. Meiranita J Gumayanti, SE
    Kasubbag Ketahanan Pangan, Perikanan dan Sumber Daya Air Bagian SDA Setda

    31. M. Effendi, S.Sos.I
    Kasubbid Pengembangan Kompetensi Badan Kepegawaian PSDM

    32. Nendry Rafi Andika, ST
    Kasi Penanganan Kawasan Kumuh Dinas Perkim

    33. Tirta, ST
    Kasi Penyehatan Lingkungan Pemukiman dan Tata Bangunan Dinas PUPR

    34. Nurhasanah, S.T.P
    Kasi Perbenihan dan Perlindungan Holtikultura DTPH

    35. Ermawati, S.Sos
    Kasi Pelatihan dan Produktifitas Tenaga Kerja Dinas Naker

    36. Aswani, S.Sos
    Kasi Humas dan Pelayanan Umum Kec. Seberang Kota

    37. Risman Heri, S.PS.i
    Kasi PMD Kec. Betara

    38. Wahyudi Aldilah, SE
    Kasi Pasar Dinas Koperasi UKM Perindag

    39. Raudah, S.Sos
    Seklur Kelurahan Teluk Nilau

    40. Zukran, S.AP
    Kasubbag Umum dan Kepegawaian Kec. Pengabuan

    41. Zulkamaizar, S.AP
    Kepala TU UPTD Dikbud Kec. Senyerang

    42. Randy Krisno Wijoyo, S.Kom.I
    Seklur Kelurahan Betara Kiri

    43. Elvian Sahrudi, S.Kom.I
    Kasubbag Perencanaan dan Keuangan Kec. Betara

    44. Budi Lestari, S.Hi
    Kasubbag Umum dan Kepegawaian Kec. Bram Itam

    45. Zainal Abidin, S.Pd
    Seklur Bram Itam Kiri

    46. Eulis Sutrawati, A.Md
    Kasi Pembangunan Kelurahan Bram Itam Kiri

    47. Zaini, S.Ag
    Kepala TU UPTD Dikbud Kec. Muara Papalik

    48. Heri Ardian, SE
    Seklur Pelabuhan Dagang

    49. Suparman, SKM
    Kasi Penunjang Medik RSUD

    50. Latipah
    Kasi Pem Kelurahan Bram Itam Kiri

    51. Sawal Efendi, S.Pd
    Pengawas TK/SD UPTD Kec. Tebing Tinggi

    52. Titik Sundari, S.Pd.AUD
    Pengawas TK/SD Kec. Tungkal Ilir

    53. Supardi, S.Pd
    Kepala SMPN 3 Tungkal Ulu

    Pustu Sungai Toman yang kondisinya memprihatinkan

    MUARASABAK – Terkait kondisi Puskesmas Pembantu (Pustu) Sungai Toman yang sudah memprihatikan, akibat lantainya yang amblas bahkan atapnya juga sudah bocor. Hal ini mendapat tanggapan Plt Kepala Dinas Kesehatan Tanjab Timur Hendry.

    Menurut Hendri, yang dikonfirmasi via ponselnya, mengatakan, pihaknya telah mendapatkan laporan terkait kondisi Pustu di Desa Sungai Toman dan telah dimasukkan ke dalam daftar di tahun 2018 agar dapat diperbaiki.

    “Pustu di Desa Sungai Toman sudah kita ajukan ke DPRD, berharap di 2018 agar dapat diperbaiki, tergantung lagi dengan anggarannya dan juga masih banyak kondisi Pustu yang lebih parah lagi keadaannya, bukan hanya di Desa Sungai Toman saja,” tukasnya.

    Baca Juga :

    Perlu diketahui Pustu Sungai Toman yang dibangun sejak 2008 lalu ini, saat ini kondisi butuh perbaikan. Selain lantai di pustu tersebut amblas, atap juga sudah mulai bocor, sehingga membuat dek pustu tersebut mulai terlepas.

    Di beberapa titik, lantai di Pustu tersebut kini mengalami amblas dan deknya kini telah mulai terlepas. Bukan hanya di depan teras saja yang mengalami amblas lantainya, di ruang tengah dan WC pun mengalami hal yang sama. Ditambah lagi deknya sudah banyak yang lepas akibat atapnya bocor.

    Tim Redaksi


    Suasana Persidangan Kasus Korupsi KONI Tanjabbar di Pengadilan Tipikor Jambi

    KOTAJAMBI - Persidangan lanjutan dalam perkara dugaan korupsi dana Koni Tanjabbar, tahun 2015, yang menyeret mantan Ketua Koni Tanjabbar Abdul Halim Gumri digelar Senin (30/10) sekitar pukul 13.15 WIB. Dalam sidang lanjutan ini menghadirkan empat orang saksi.

    Empat orang saksi yang dihadirkan tersebut yakni Azwar selaku Waka I, Dodi Wijaya selaku bendahara, Yance Waka II dan Afrizal selaku Sekretaris. Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi, ke empat saksi mengaku kalau Ketua Koni mengatur sendiri pencairan dana Koni.

    Di persidangan terungkap, saksi Dodi Wijaya tidak melaksanakan kinerjanya sebagai bendahara KONI. Saat dicerca hakim terkait dengan aliran dana ke anggota KONI, dirinya mengatakan, tidak mengetahui akan pencairan dana tersebut.

    “Kapasitas saya hanya sebagai bendahara pengganti yang mulia. Jadi saya tidak tahu,” terangnya kepada majelis hakim.

    Dia mengakui, selama dirinya menjabat terdapat kurang lebih 15 kali pencarian dengan jumlah uang yang berbeda-beda.

    “Saya sendiri tidak bisa untuk menarik uang itu, jadi saya sering didampingi ketua,” tegasnya.

    Selanjutnya, hakim mempertanyakan terkait alasannya uang bonus atlet yang sudah dilakukan penarikan. Namun, saat kasus ini terjadi disetor kembali.

    Lebih jauh Wijaya menjelaskan, jika kas yang ia kelola sebesar Rp. 4,5 M. Tapi dirinya mengaku waktu menjabat hanya ada Rp 1,2 miliar yang diketahuinya.

    “Ada honor pelatih yang belum dibayar,” ujarnya.

    Dia mengaku, jika dirinya tidak mengetahui terkait dengan pembuatan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) kegiatan yang ada di KONI. Menurutnya, Ketua KONI lah yang mengaturnya.

    “Tugas saya hanya mencairkan dan saya tidak tahu yang saya cairkan itu untuk apa dan ketua lah yang tahu. Saya tanya ke ketua katanya sudah buat SPJ.” ujarnya di persidangan.

    Sementara, Sekretaris KONI, Afizal juga mengatakan, tugasnya hanya membuat surat keterangan anggaran.

    “Seperti untuk sekretariat, dan pelaksanaan TC untuk Porprov itu tugas saya,” bebernya.

    Senada, saksi-saksi lainnya juga menyampaikan kalau KONI Tanjabbar rutin mendapatkan dana hibah.

     “Memang saya ketua panitia untuk Porprov itu. Tetapi, saya hanya berwenang membayarkan uang makan para kontingen,” ujar Azwar.

    Selanjutnya, saat keempat saksi ditanyai Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengenai keterlibatan saksi dalam pemyusunan anggaran mereka menjawab tidak dilibatkan.

    “Setahu kami itu sudah jadi , tidak tahu ketua buat dengan siapa,” jawab salah satu saksi.(SJ/RTO)


    Inilah Kondisi Pustu Sungai Toman yang saat ini amblas dan bocor
    MUARASABAK – Memprihatinkan, lantai Puskesmas Pembantu (Pustu) di Desa Sungai Toman kini amblas. Bahkan Semenjak dibangun 2008 lalu, hingga saat ini belum mendapat rehab dari pemerintah setempat.

    Wal hasil saat ini  kondisi butuh perbaikan. Pasalnya, selain lantai di pustu tersebut amblas, atap juga sudah mulai bocor, sehingga membuat dek pustu tersebut mulai terlepas.

    Menurut pengakuan salah seorang pegawai Pustu Sungai Toman Septa Riana, mengatakan, dirinya telah melaporkan kepada Dinas Kesehatan dan berharap agar Pustu tersebut dapat segera diperbaiki, mengingat kondisinya kini sudah banyak yang rusak.

    “Kemarin sudah saya laporkan terkait kondisi Pustu di Desa Sungai Toman ke Dinas Kesahatan, tapi saya belum tahu kapan Pustu ini akan dapat direhab. Mudah-mudahan tahun depan bisa diperbaiki, karena keadaannya saat ini sudah sangat memperihatinkan,” ucapnya, Senin (30/10).

    Di beberapa titik, lantai di Pustu tersebut kini mengalami amblas dan deknya kini telah mulai terlepas. Kondisi ini membuat pelayanan dan kenyamanan sedikit terganggu.

     “Bukan hanya di depan teras saja yang mengalami amblas lantainya, di ruang tengah dan WC pun mengalami hal yang sama. Ditambah lagi deknya sudah banyak yang lepas akibat atapnya bocor,” tambahnya.

    Tim Redaksi

    Camat Bramitam Hendry Fonda saat menerima Tropy Juara Umum dari Bupati H.Safrial

    KUALATUNGKAL – Kecamatan Bram Itam keluar menjadi Juara Umum MTQ tingkat Kabupaten Tanjungjabung Barat Tahun 2017. Hal ini terungkap dalam penutupan MTQ tingkat kabupaten Tanjung Jabung Barat ke 48  di Terminal Antar Kota, Desa Pembengis, Kecamatan Bram Itam resmi oleh Bupati DR. Ir. H. Safrial, MS, Kamis (26/10) malam.

    MTQ tingkat Kabupaten yang digelar sejak tanggal 22 hingga 26 Oktober ini, Kecamatan Bram Itam Itam selaku penyelenggara meraih juara umum dengan nilai 89, disusul Kecamatan Pengabuan sebagai peringkat II dengan nilai 69, peringkat III nilai 35 Kecamatan Tungkal Ilir, peringkat IV Kecamatan Seberang Kota dengan nilai 28, dan Peringkat V Kecamatan Senyerang nilai poin 27.

    Bupati H. Safrial dalam sambutannya menyatakan bahwa MTQ ini merupakan wahana untuk menumbuhkan semangat membaca dan mempelajari Al-Qur’an. Tidak semata untuk mencari bibit bibit qori dan qoriah yang baik untuk disiapkan mengikuti MTQ tingkat provinsi maupun tingkal nasional.

    Sehingga Al-Qur’an benar-benar di jadikan pedoman hidup dalam menghadapi derasnya pengaruh globalisasi dewasa ini bagi umat Islam, terutama bagi anak anak dan generasi muda, karena generasi muda merupakan generasi penerus perjuangan bangsa, seperti narkoba pergaulan bebas dan lainnya.

    “Oleh karenanya para orang tua, pengurus, majelis guru dan seluruh masyarakat serta seluruh aparat yang ada di kecamatan maupun dusun untuk bersama sama mendorong dan memotivasi agar anak-anak dan generasi muda untuk belajar Al-Qur’an,” ajak Bupati Safrial.

    Kepada Kecamatan Bram Itam, Bupati secara khusus menyampaikan ucapan terima kasih atas penyelenggaraan MTQ ke-47 ini dari 23-26 Okteber 2017 telah dilaksanakan dengan sukses.

    Bupati Safrial mengucapkan selamat kepada Kecamatan-kecamatan yang telah berhasil meraih juara umum, dan kepada kecamatan yang belum berhasil dia mengharapkan untuk bisa menjadikan cambuk agar lebih termotivasi untuk meraih prestasi pada penyelenggaraan MTQ ke 48 Tahun 2018 mendatang di Kecamatan Senyerang.

    “Kepada kecamatan yang berhasil meraih juara umum saya ucapkan selamat, Kemenangan ini adalah hasil perjuangan panjang semua pihak yang terlibat di tingkat kecamatan karena itu saya apresiasi setinggi tingginya,” katanya.

    Terakhir Bupati berharap melalui program Mushabagah Tilawatil Qur’an ke-47 yang telah dilaksanakan ini hendaknya menjadi acuan untuk masa-masa yang akan datang. (dul)


    Ilustrasi/net
    KUALATUNGKAL – Gas LPG 3 Kilo Gram di Tanjabbar kembali langka. Bahkan, kendati ada harganya naik drastis dari harga HET yang ditentukan pemerintah.

    Dari informasi yang berhasil media ini himpun, harga Gas LPG 3kg di Kualatungkal melambung hingga Rp. 25 ribu pertabungnya. Padahal harga HET hanya Rp18 ribu pertabung.

    Menurut sebagian warga, kelangkaan gas LPG di Kualatungkal ini terjadi sejak beberapa hari lalu. Bahkan di beberapa pangkalan gas LPG 3 kg pun ikut menghilang, padahal pasokan masih normal. Lantas kemana gas 3kg ini?

    “Kami sudah mutar-mutar kemana-mana, tetapi tetap gak dapat hari ini,” ucap Murni (49), warga Gank Kombet, Sabtu (28/10).

    Hal yang sama, Nur, ibu rumah tangga, mengaku pusing dengan adanya kelangkaan gas 3 kilogram tersebut. Karena, bilapun ada dia bilang barangnya sudah beda.

    “Gas 3 kilogram yang biasanya Rp18 ribu, karna jadi carian banyak orang harganya sampe Rp25 ribu. Itu pun barangnya susah banget, harus muter-muter dulu nyarinya,” keluhnya diatas motor membawa tabung kosong.

    Langkanya gas 3 kilogram di Kuala Tungkal ini, menurutnya agak aneh, sebab datangnya lancar. Sebbagai warga ia meminta pemerintah segera mengatasi langkanya gas ukuran tersebut.

    “Jangan biarkan warga kesulitan mendapatkan gas melon,” tukasnya.

    Sayangnya Kadis Koperindag Syafriwan belum dapat dikonfirmasi terkait langkanya gas LPg ini. (dul).

^
Top